Festival Pulau Pasaran 2016

Posted by Pulau Pasaran on Thursday, March 17, 2016
Istilah wisata bahari (minna wisata) merupakan salah satu cabang wisata yang berfokus  pada pemanfaatan  kawasan  wisata  produksi  perikanan  dan  kelautan  secara terintegrasi pada suatu wilayah tertentu berupa kekayaan alam yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Beberapa jenis kegiatan wisata bahari yang sudah berkembang saat ini sudah dikembangkan diantaranya wisata alam, pemancingan, berenang, selancar, berlayar, rekreasi pantai dan wisata pesiar.
Keunikan Pulau Pasaran adalah terletak pada lokasinya yang menjadikan satu- satunya pulau berpenduduk di areal perkotaan di Lampung. Akses ke Pulau Pasaran dapat ditempuh dengan jalur penyeberangan laut menggunakan perahu jukung atau jalur darat menggunakan  jembatan  yang  bisa dilewati  oleh  pejalan  kaki  dan  motor.  Jembatan sepanjang 200 meter ini dibangun tahun 2013 melalui dana APBD Kota Bandar Lampung.
Fasilitas umum yang ada di Pulau Pasaran, diantaranya jalan kampung yang sudah di paving selebar 1 meter, pusat kesehatan masyarakat, masjid, MCK umum, gedung pertemuan, gedung koperasi, suplai listrik  oleh PLN, dan air oleh (PDAM) dengan pipa yang tertanam di bawah laut.
Penduduk yang mendiami Pulau sebanyak 1.173 jiwa yang terdiri dari 224 kepala keluarga. Penduduk Pulau Pasaran mayoritas bersuku jawa dan sisanya suku bugis dengan agama Islam sebagai kepercayaan yang dianut oleh warga. Kehidupan kemasyarakatan di Pulau  Pasaran  sangat  rukun sehingga  tidak  pernah  terjadi  konflik  sosial  diantara masyarakat.
Guna meningkatkan posisi tawar nelayan dan kelompok nelayan di Pulau Pasaran, sejak   tahun 2009, dibawah   binaan  Bank   Indonesia  Cabang   Lampung   masyarakat mendirikan Koperasi Nelayan Mitra Karya Bahari (MKB). Koperasi MKB ini telah menjadi wadah masyarakat dalam peningkatan taraf hidup serta penyelesaian permasalahan masyarakat terutama dalam bidang ekonomi. Hingga kini koperasi MKB telah membawahi beberapa unit usaha, yakni   kelompok nelayan penangkap ikan, kelompok pengolah ikan teri, kelompok wanita pengolah produk turunan ikan teri, kelompok pembudidaya kerang hijau dan ikan kerapu.
Sebagai pusat pengolahan ikan teri di Lampung, pulau Pasaran menyerap banyak tenaga kerja, terutama kaum ibu dari luar pulau. Satu pengolah paling sedikit membutuhkan sepuluh orang tenaga kerja lepas untuk proses penjemuran dan penyortiran ikan teri. Sehingga tidak kurang 300 orang ibu-ibu dari daratan di luar pulau yang setiap hari mengandalkan hidup bekerja di pulau Pasaran. Hal ini yang menjadi dasar Pulau Pasaran ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan oleh Wali Kota Bandar Lampung pada tahun 2010.
Festival Pulau Pasaran merupakan ajang untuk memasarkan daya tarik Pulau  Pasaran  sebagai  satu-satunya  destinasi  wisata  bahari  yang  ada  di  Kota Bandar Lampung. Melalui festival ini diharapkan dapat mengangkat sejuta pesona Pulau Pasaran sehingga dapat menarik minat wisatawan dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

Tema  : “Mewujudkan wisata wisata bahari Pulau Pasaran”

Tujuan Festival Pulau Pasaran

  1. Mempersiapkan sumber daya (SDM dan SDA) dalam mendukung pariwisata bahari Pulau Pasaran
  2. Menciptakan program yang inovatif dalam melayani pengunjung Pulau Pasaran
  3. Mengembangkan sarana dan prasarana Pulau Pasaran
  4. Meningkatkan promosi pariwisata bahari Pulau Pasaran
  5. Menjadikan Pulau Pasaran sebagai satu-satunya destinasi wisata bahari di tengah Kota Bandar Lampung
  6. Mengembangkan kerja sama dalam meningkatkan potensi pariwisata
  7. Menambah pendapatan masyarakat dan daerah (PAD).


Kegiatan Festival Pulau Pasaran meliputi:

  • Lomba Perahu Hias

Lomba perahu hias dimaksudkan untuk menangkap moment kebahagiaan dan rasa syukur nelayan karena dikaruniai laut yang kaya sumber daya ikan dan dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan para nelayan dapat berbagi kebahagiaan dengan masyarakat dan pengunjung di Pulau Pasaran. Disamping lomba perahu hias, di dalamnya juga dimeriahkan oleh lomba keramba (KJA) hias.
Lomba ini dikhususkan bagi masyarakat Pulau Pasaran dan sekitarnya dengan mengambil tema: “Devile Pariwisata Bahari Pulau Pasaran”. Persayaratan lomba dan jenis hiasan perahu bersifat bebas dengan mengedepatkan semangat bahari yang tidak mengandung unsur SARA. (deskripsi lengkap mengnai lomba sebagaimana terlampir).


  • Lomba Fotografi Eksplor Pulau Pasaran

Lomba fotografi yang bertajuk Eksplor Pulau Pasaran ini telah diadakan sejak tahun 2014. Program ini bertujuan untuk menyajikan keindahan Pulau Pasaran dalam bentuk foto sebagai destinasi wisata bahari yang dimiiki Kota Bandar Lampung.
Tema kegiatan lomba fotografi yang diangkat adalah: “Potensi minapolitan dan minawisata Pulau Pasaran”. Lomba ini bersifat umum dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan cara mengirimkan foto (maksimal sebanyak 5 buah) melalui akun  instagram:  Explore  Pulau  Pasaran  atau  email:   pulaupasaranlampung@gmail.com. (deskripsi lengkap mengnai lomba sebagaimana terlampir)


  • Lomba Artikel Pulau Pasaran

Lomba   penulisan   artikel   Pulau   Pasaran   bertujuan   mengundang   andil   dan keterlibatan  masyarakat  dalam  memberikan  ide,  mengkaji  dan  memberikan  perspektif dalam pengembangan Pulau Pasaran ke depan dalam rangka menuju minapolita dan minawisata Pulau Pasaran yang ideal.
Peserta merupakan masyarakat Lampung baik perorangan maupun kelompok (maksimal 2 orang) dengan artikel sepanjang 5000 karakter. Artikel dapat berupa artikel ilmiah populer yang bertema “Pengembangan Pulau Pasaran: Mengembangkan Potensi Pulau menuju Minapolitan dan Minawisata”, dengan sub tema meliputi: bidang ekonomi dan kesejahteraan, bidang wisata bahari dan ekowisata, bidang pendidikan dan sosial budidaya, dan bidang pemanfaatan teknologi tepat guna. (deskripsi lengkap mengnai lomba sebagaimana terlampir)


  • Gerakan Jaring Sampah (GJS)

Gerakan jaring sampah merupakan bentuk gerakan simbolis dan penyadaran bagi masyarakat  Pulau  Pasaran  dan  masyarakat  Lampung  pada  umumnya  untuk  tidak membuang sampah ke sungai dan ke laut. Gerakan ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan Universitas Lampung serta siswa SMK Perikanan Negeri 6, Bandar Lampung bersama-sama dengan masyarakat Pulau Pasaran.
Kegiatan yang bertemakan “Lautku Halaman Depanku” ini akan menyisir dan menjaring sampah di sekitar perairan Pulau Pasaran dimulai dari muara Sungai Wal Belau, Bandar Lampung. Selanjutnya sampah-sampah yang diperoleh akan diserahkan kepada perwakilan dinas Kebersihan Kota Bandar Lampung dan Tokoh Masyarakat Pulau Pasaran yang merupakan simbolisasi dari estafet dan kewajiban dalam menjaga kebersihan pulau.


  • Pencanangan Wisata Bahari Pulau Pasaran

Pencanganan Pulau Pasaran sebagai Kawasan Minapolitan pada tahun 2009 lalu oleh  Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  yang  diperkut  oleh  SK  Wali  Kota  Bandar Lampung telah memberikan angin segar bagi masyarakat pulau.
Pada  Festival  Pulau  Pasaran  2016  ini  memiliki  tujuan  utama  memperkenalkan potensi pariwisata bahari Pulau Pasaran. Sehingga dalam kegiatan tersebut akan dicanangkan Pulau Pasaran sebagai areal minawisata (wisata bahari) yang berwawasan lingkungan dan satu-satunya wisata bahari di Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini akan diresmikan oleh Wali Kota Bandar Lampung Bapak Drs. H. Herman H.N.


  • Peresmian Rumah Makan Apung

Salah satu sarana dalam mendukung minawisata Pulau Pasaran adalah pembangun Rumah Makan Terapung (KJA resort). Rumah makan ini berbasis keramba jaring apung yang dibangun di sekitar perairan Pulau Pasaran. KJA resort ini berfungsi sebagai tempat menikmati kuliner ikan dan masakan kerang hijau oleh pengunjung Pulau Pasaran. Saat ini telah dibangun 1 unit KJA resort (12x12 m) yang juga berfungsi sebagai wadah budidaya ikan dan kerang hijau.
Melalui rangkaian Festival Pulau Pasaran 2016 ini akan diresmikan Rumah Makan Terapung Pulau Pasaran secara simbolik oleh Wali Kota Bandar Lampung Bapak Drs. H. Herman H.N. di lokasi keramba.


  • Penguatan Masyarakat Sadar Wisata (Mas Darwis)

Guna  meningkatkan  partisipasi  dan  pengelolaan  wisata  bahari  oleh  masyarakat maka telah dibentuk kelompok masyarakat sadar wisata (Mas Darwis) yang dimotori oleh remaja  masjid  (Risma)  Pulau  Pasaran.  Kelompok  Mas  Darwis  ini  bertanggung  jawab
terhadap keberlangsungan dan pengeloaan wisata bahari di Pulau Pasaran. Diantara program   yang   dijalankan   adalah:   melakukan   sosialisasi   pentingnya   wisata   bahari, melakukan usaha yang menguntungkan, dan melakukan pengeloaan kebersihan lingkungan guna peningkatan pelayanan wisatawan.
Kelompok Mas Darwis ini akan menjadi garda depan dalam menciptakan Pulau Pasaran yang asri dan friendly untuk disinggahi pengunjung. Sehingga dalam kegiatan Festival Pulau Pasaran ini akan diberikan perangkat kebersihan secara simbolik dan pengukuhan pengurus.


  • Pengajian Akbar

Pengajian  akbar  bertujuan  untuk  meningkatkan  pemahaman  keagamaan  (Islam) penduduk Pulau Pasaran terutama dalam menyongsong bulan suci ramadhan tahun 1437 H. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan spritualitas masyarakat Pulau Pasaran dalam melakukan usaha bidang perikanan dan mengembangkan wisata bahari Pulau Pasaran.
Pengajian akan mendatangkan ulama yang kompeten sesuai dengan kesepakatan dengan tokoh masyarakat Pulau Pasaran. Pengajian ini akan dilakukan malam hari ba’da maghrib hingga selesai dengan dihadiri semua unsur masyarakat Pulau Pasaran