Teri Siger di MTQ Propinsi Lampung ke 44

Posted by Pulau Pasaran on Tuesday, April 26, 2016
Mustabaqah tilawati al-Qur’an (MTQ) untuk kali ke 44 kembali digelar di Provinsi Lampung. Kali ini kebagian Kabupaten Tanggamus yang bertindak sebagai tuan rumah perhelatan tahunan ini. Di dalamnya diperlombakan beberapa cabang ilmu Al-Qur’an meliputi: fahmi al-Qur,an, syaami al-Qur’an, hifdzi al-Qur’an, tafsir al-Qur’an, syahri al-Qur’an dan cabang ilmu lainnya.
Perlombaan diselenggarakan sejak Tanggal 20 April dan direncakan akan berakhir Tanggal 27 April 2016. Acara yang diikuti oleh perwakilan setiap kabupaten dan kota di Lampung ini difokuskan di Islamic Centre Kota Agung, Tanggamus dan dibuka oleh Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo.
Uniknya tidak hanya kegiatan MTQ, acara tahunan ini juga menjadi wadah bagi pemda kabupaten untuk menampilkan perwakilan produk-produk unggulan dari daerahnya masing-masing. Sehingga menjadi ajang pameran promosi kabupaten dan kota se provinsi Lampung. Pengunjung dapat melihat hasil-hasil kerajinan dan kuliner dari masing-masing daerah.

Kali ini ada yang unik dari stand Kota Bandar Lampung, yakni hadirnya produk ikan teri yang dikemas vakum dengan merk Teri Siger. Menurut Ir. Andrya Yunila, M.S., perwakilan Bapedda Kota Bandar Lampung, bahwa teri siger ini merupakan produk asli Pulau Pasaran Lampung hasil pengembangan oleh masyarakat pulau dan pemda di bawah supervisi Tim Hi Link Universitas Lampung yang dikoordinatori oleh Bapak Mahrus Ali. Ditambahkan bahwa saat ini teri siger telah dicanangkan sebagai produk unggulan Kota Bandar Lampung. “Munculnya produk teri vakum dengan merek Teri Siger ini merupakan solusi dalam pemasaran produk ikan teri dari Pulau Pasaran, karena selama ini ikan teri Lampung lebih dikenal sebagai teri Medan, tentu hal ini tidak menguntungkan dalam hal promosi”. Imbuh Yunila.


Pemeran produk ini dibuka mulai pukul 10.00-21.00 WIB setiap harinya selama pelaksanaan MTQ. Hasil pantauan kami di lokasi, pengunjung sangat antusias bertanya bahkan bahkan berbelanja Teri Siger yang menurut mereka lebih praktis dan memiliki rasa yang enak.
Hasil diskusi kami dengan tim Hi Link Universitas Lampung Dr. Ir. Sri Ratna Sulistianti, menyebutkan bahwa keunggulan utama teri siger Lampung adalah terletak pada kemasannya yang dibuat vakum sehingga masa awetnya lebih lama bahkan bisa 6 bulan. Berbeda dengan teri yang tidak dikemas atau dikemas seadanya yang memiliki masa awet hanya beberapa hari. Produk yang hany dikemas biasa memungkinkan terjadinya kontaminasi silang pada produk.
Tidak hanya itu proses oksidasi juga pasti terjadi sehingga teri mudah tengik dan berwarna kehitaman. “Teri Siger produk Pulau Pasaran ini juga tidak ditambahkan bahan pengawet apapunkecuali garam sehingga lebih sehat. Uniknya ikan teri langsung diproses sejak di atas kapal setelah di tangkap sehingga sangat segar dan bermutu sangat baik”. Imbuh dosen yang sedang mempersipkan guru besar ini. (roes)