Si Hijau Berkilau: Potensi Lain Pulau Pasaran

Posted by Pulau Pasaran on Saturday, March 14, 2015
Kerang hijau (Perna viridis) termasuk moluska yang mempunyai cangkang yang simetris. Panjang cangkangnya lebih dari dua kali lebarnya, mempunyai insang yang berlapis-lapis dan mempunyai cilia. Hidup menempel pada benda-benda keras dengan bantuan benang byssus yang dihasilkan oleh kelenjar kaki. Kerang hijau merupakan hasil laut segar yang dikonsumsi luas oleh masyarakat. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai  salah satu sumber protein hewani. Kerang hijau merupakan hasil laut segar yang dikonsumsi luas oleh masyarakat. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein hewani.

Pulau Pasaran lebih dikenal masyarakat karena penghasil teri nasi terbesar di Sumatera bahkan hasil terinya sudah di ekspor ke luar negeri. Selain teri nasi, banyak hasil laut lainnya yang dapat dikembangkan di Pulau Pasaran yang letaknya tidak jauh dari kota. Pengembangan budidaya kerang hijau (Perna viridis) di Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung merupakan salah satu hasil budidaya sudah mulai banyak dikembangkan oleh masyarakat disekitar pulau. Usaha budidaya kerang hijau (Perna viridis) memiliki potensi usaha yang menguntungkan dan berpeluang besar untuk diekspor karena memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satu kelebihan kerang hijau dari Pulau Pasaran karena tidak mengandung kandungan logam berbahaya yang dapat menimbulkan racun bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. Hal tersebut didukung lingkungan laut pada Pulau Pasaran yang tidak tercemar bahan organik, sehingga budidaya kerang hijau sangat berpotensi untuk dikembangkan.


Pulau Pasaran merupakan salah satu daerah subsektor perikanan yang ada di Provinsi Lampung khususnya Kota Bandar Lampung sebagai daerah penghasil teri terbesar. Teri yang dihasilkan setiap harinya tergantung dari penangkapan kapal-kapal nelayan yang mencari teri, jika sedang terang bulan nelayan hanya mendapatkan teri sedikit untuk diolah lebih lanjut menjadi teri asin. Namun apabila sedang banyak, hampir seluruh masyarakat pengolah teri nasi dapat menghasilkan 50 ton setiap harinya.
Kelebihan perairan sekitar Pulau Pasaran adalah perairanya belum tercemar dan tidak mengandung bahan-bahan kimia yang menyebabkan racun, jika dibandingkan dengan daerah perairan lain di sekitar Teluk Lampung lainnya. Hal tersebut sangat mendukung untuk dilakukannya budidaya baik pembesaran ikan kerapu, bawal, bahkan kerang hijau (Perna viridis) pada perairan tersebut. Sampai ssat ini rencananya sudah ada sekitar 5 kelompok pembudidaya kerang hijau di Pulau Pasaran.
Budidaya kerang hijau yang cendrung lebih mudah dan tidak memerlukan perlakuan intensif setiap hari, membuat masyarakat pulau pasaran mulai tertarik dengan budidaya tersebut meskipun hasil yang diperoleh tidak setiap hari seperti pengolahan teri nasi. Pemanenan kerang hijau di Pulau Pasaran setiap 5 bulan sekali, namun terkadang jika sudah sekitar 4 bulan, ada sebagian yang mulai dipanen. Kerang hijau hasil panen dijual dengan harga Rp 5000,00/ kg. Selain dijual perkilogram, ada sebagian yang menjual dengan menggunakan ember 20 liter yang masing-masing dijual dengan harga Rp 10.000,00/ember. Pemanenan juga dilakukan tergantungdari permintaan konsumen. Saat ini, penampung kerang hijau di sekitaran daerah Bandar Lampung menginginkan dari daerah Pulau Pasaran memasok kerang hijau sebanyak 20 ton setiap harinya, namun karena keterbatasan jumlah KJA dan pembudidaya kerang hijau sampai saat ini belum dapat memenuhi pasar tersebut. Selain dari Pulau pasaran, hasil kerang hijau yang ada berasal dari daerah Lampung Timur, namun kualitas kerang hijau yang dihasilkan lebih baik dari Pulau Pasaran.

Proses budidaya kerang hijau lebih mudah namun hal yang membuat keterbatasan jumlah produksi kerang hijau dikarenakan biaya yang tidak sedikit untuk membuat keramba jaring apung (KJA) untuk budidaya. Budidaya kerang hijau dapat dilakukan dengan menggunakan 4 macam metode yaitu: metoda tancap (post method), rakit apung (raft method), rakit tancap/rak (rack method) dan tali rentang (long line method). Pada perairan Pulau menggunakan metode jaring apung. Adapun proses budidaya dimulai dari penentuan lokasi KJA, pembuatan KJA, pemasangan tali, pemanenan. Lokasi yang digunakan dalam pembuatan KJA di sekitaran Pulau Pasaran berjarak 15-20 meter dari pulau, tidak menjadi jalan/ lalu lintas kapal. Pembuatan KJA mengunakan drum sebagai pelampung, bambu sebagai rakit-rakit untuk penempatan drum, tali tambang sebagai media menempelnya kerang hijau. Pemasangan tali tambang yang diberi jarak agarkerang hijau yang dihasilkan lebih banyak.