Pendidikan Tinggi (Impian) Anak-anak di Pulau Pasaran

Posted by Pulau Pasaran on Monday, January 26, 2015
Masyarakat di Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pengolah ikan teri nasi. Kebanyakan penduduk di pulau ini berpendidikan akhir SD, SMP, dan SMA. Ada beberapa warga yang melanjutkan sampai perguruan tinggi, namun jumlahya dapat dihitung dengan jari. Kebanyakan anak-anak di Pulau Pasaran hanya menginginkan pendidikan hingga tingkat SMA. Jika ditanya apa alasannya, maka jawaban mereka adalah karena alasan ekonomi, tidak ada biaya, dan ingin segera bekerja . kondisi ekonomi masyarakat Pulau Pasaran memang belum begitu mencukupi untuk mengirimkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi. Hal ini menambah kurangnya kepercayaan diri mereka untuk kuliah. Bagi kebanyakan masyarakat pulau ini, kuliah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mereka pun kurang memperoleh informasi mengenai beasiswa dan keringanan biaya bagi mahasiswa tidak mampu dan berprestasi. Bayangan mengenai mahalnya biaya kuliah dan kurangnya akses informasi ini semakin menurunkan minat anak-anak di sini untuk melanjutkan pendidikan hingga kuliah.

Salah seorang anak berprestasi di pulau pasaran pernah ditanya mengenai keinginan untuk kuliah. Ia adalah seorang siswa SMP yang memiliki banyak prestasi dalam bidang bela diri dan pramuka. Ia bahkan pernah mewakili Lampung ke tingkat nasional di Kalimantan beberapa tahun lalu. Ia memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Namun, sebagaimana kebanyakan masyarakat pulau yang lain, ia berpendapat bahwa kuliah membutuhkan biaya yang mahal, sehingga menurutnya hal tersebut sulit untuk diwujudkan. Salah seorang siswa SMP lain saat ditanya hal yang sama mengatakan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah. Ia ingin langsung bekerja untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya.

Kebanyakan orang tua di Pulau Pasaran sendiri berpandangan bahwa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tidaklah terlalu penting dan mendesak. Bagi kebanyakan mereka, pendidikan bagi anak-anaknya dirasa cukup hingga sampai SMA. Kuliah adalah hal yang sulit untuk dijangkau, sebab memerlukan biaya yang banyak dan semangat belajar yang tinggi.
Sosialisasi akan pentingnya melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi bagi masyarakat seperti di Pulau Pasaran sangatlah penting. Mereka harus memperoleh banyak informasi mengenai beasiswa dan keringanan biaya bagi mahasiwa tidak mampu agar masalah biaya tidak lagi menjadi kendala yang akan menyurutkan semangat anak-anak di pulau ini untuk merambah perguruan tinggi. Anak-anak perlu mendapatkan akses informasi seluas-luasnya agar pikiran mereka semakin terbuka dan berwawasan luas. Pendidikan sangatlah penting bagi semua orang, tak terkecuali masyarakat nelayan di Pulau Pasaran.