My Darling: Menumbuhkan Public Awareness

Posted by Pulau Pasaran on Tuesday, December 16, 2014
“Kebersihan sebagian dari iman” mungkin bagi kita sering membaca, melihat, ataupun mengatakan pepatah tersebut. Pepatah tersebut dimaksudkan untuk kita semua manusia untuk terus menjaga kebersihan. Pulau pasaran berada pada kelurahan kota karang, kecamatan teluk betung timur merupakan salah satu tempat yang memiliki masalah tentang kebersihan.
Masyarakat pulau pasaran umumnya menganggap buang sampah ke laut akan cepat selesai, sebenarnya pemikiran seperti itu kurang tepat, karena pada saat terjadi pasang air laut akan menyebabkan sampah-sampah dari laut akan ikut terbawa kedaratan pulau. Selain itu, kurangnya kesadaran buang sampah pada tempatnya menyebabkan banyak sampah berserakan di pulau ini. Pulau pasaran sebagai sentra teri di lampung, secara tidak langsung akan menghasilkan limbah yang cukup banyak sehingga menyebabkan bertambahnya jumlah volume sampah yang ada di pulau.
Berbagai upaya telah dikerjakan mulai dari pembakaran sampah, pengambilan sampah oleh petugas kebersihan untuk dibawa ke TPA diluar pulau, namup saja tetap belum secara signifikan mengurangi sampah yang ada terlebih ketika air laut pasang. Penanggulangan yang mungkin untuk dilakukan, dibuatnya tempat pembuangan sampah serta dibentukannya suatu wadah untuk penggerak masyarakat agar lebih sadar akan lingkungan dan memberikan pelatihan daur ulang sampah yang dapat dilakukan masyarakat pulau pasaran. Selain itu kesadaran dari masyarakat pulau pasaran sendiri yang akan mampu membuat pulau pasaran menjadi lebih bersih dan akan menjadi objek wisata yang bagus.
Pulau pasaran sebagai penghasil ikan teri asin, membuat pulau pasaran mulai dkenal masyarakat Bandar Lampung, sehingga akan membuat pulau pasaran dkunjungi oleh masyarakat luas. Dengan berdatanganya masyarakat luar ke pulau, menjadikan pulau harus tetap bersih dan terjaga lingkungannya agar masyarakat luar tetap tertarik untuk datang ke pulau pasaran.
Sebuah komunitas Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) pun dibentuk untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan lingkuhan tempat tinggal khususnya pulau pasaran yang semakin tahun semakin banyak dikunjungi masyarakat baik dari dalam kota Bandar Lampung bahkan luar negeri. Dengan my darling ini, diharapkan kebersihan wilayah pulau dapat terjaga, sampah-sampah atau buangan hasil pengolahan dapat dikumpulkan.
My Darling dibentuk dengan struktur kepengurusan yang mencangkup seluruh warga khusunya para anak-anak Remaja Islam Masjid (RISMA), tokoh masyarakat yang ada di pulau pasaran. My Darling lebih dikhususkan kepada para remaja, karena dinilai lebih dapat menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Tokoh-tokoh masyarakat dijadikan pembimbing dalam komunitas My Darling.
Program yang digagas komunitas My Darling yaitu kegiatan GPS (Gerakan Pungut Sampah) yang dilaksanakan setiap hari minggu bersama warga masyarakat. Gerakan Pungut Sampah (GPS) ini dilakukan dengan menyisir seluruh wilayah pulau untuk mengumulkan sampah-sampah yang ada di pulau. Dalam kegiatan GPS tersebut, kendala yang dihadapi seperti masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebesihan pulau, yang sebenarnya akan sangat membantu untuk kemajuan perekonomian masyarakat pulau kelak, jika dilihat dari potensi alam yang ada di pulau. Selain itu dikarenakan pada saat pasang tertinggi, wilayah pulau dimasuki air laut yang membuat sampah-sampang masuk kedalam pulau, sehingga akan sering terjadinya penumpukan sampah di dalam pulau.