Yang Terpendam Dari Pulau Pasaran

Posted by Pulau Pasaran on Monday, November 10, 2014

Pulau pasaran adalah daerah penghasil ikan teri kering di Provinsi Lampung, yang berupa  teri nasi, teri nilon, dan teri jengki. Produk teri nasi di pulau ini mempunyai potensi ekspor yang cukup besar, karena dalam satu siklus produksi (sehari semalam) dapat menghasilkan sekitar 20 ton teri kering dari sekitar 39 pengolah ikan teri yang aktif di pulau tersebut. Di samping itu ketersediaan bahan baku ikan teri di kawasan ini selalu terjaga karena dukungan wilayah pencarian ikan di Teluk Lampung, yang tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan angin musim.
Selain itu, Pulau Pasaran juga dapat dikembangkan menjadi ikon wisata industri produk olahan hasil perikanan Kota Bandar Lampung. Namun demikian, upaya pengembangan klaster tersebut masih banyak menemui berbagai tantangan terlebih klaster ini merupakan sektor perikanan tangkap, yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh faktor alam.

Kualitas ikan kering dari Pulau Pasaran tidak kalah dengan produk ikan teri dari daerah lain, seperti teri medan. Komoditas laut produksi Pulau Pasaran itu memiliki spesifikasi perut utuh dan kepala tidak patah, yang menandakan mutunya bagus karena diolah dari ikan segar. Makin lama usia ikan teri maka kepalanya umumnya patah atau perutnya pecah. Perajin ikan asin di Pulau Pasaran juga berusaha menjaga mutu ikannya tetap berkualitas premium, yaitu dengan mengolahnya di tengah laut, sedang di daratan hanya menjemurnya saja.
Pengolahan ikan teri kering di Pulau Pasaran Kota Bandarlampung yang terdiri dari teri nasi, teri nilon, dan teri jengki ternyata menjadi pengolahan ikan teri kualitas terbaik nomor satu se-Indonesia. Bahkan ikan teri tersebut mengalahkan ikan teri medan yang santer terkenal kualitas dan rasanya. Predikat yang diraih saat lomba yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di tahun 2013 sebagai pengolahan ikan teri dengan kualitas terbaik nomor satu se-Indonesia kepada DKP Kota Bandarlampung.

Yang membedakan ikan teri Pulau Pasaran dengan ikan teri Medan, dilihat dari proses penjemuran dan pengolahannya, di Sumatera Utara, penjemuran mereka di lantai, sedangkan di Pulau Pasaran kita di parai-parai (di atas anyaman bambu). Yang menjadi kelebihan ikan teri Medan karena pengolahannya menggunakan mesin, sedangkan di Pulau Pasaran masih tradisional.




Para perajin di Pulau Pasaran menyebutkan tantangan mereka dalam memproduksi teri bermutu adalah makin terbatasnya hasil tangkapan ikan teri di Teluk Lampung. Padahal, harga teri cenderung selalu tinggi. Secara ekonomi, produk ikan kering yang menguntungkan yaitu teri nasi karena harga jualnya tinggi, sedangkan berdasarkan ketersediaan bahan baku, teri jengki mempunyai pasokan bahan baku yang berkelanjutan karena jenis ikan ini tidak mengenal musim, dan cenderung selalu ada setiap saat.